Login or Register to make a submission.

Submission Preparation Checklist

As part of the submission process, authors are required to check off their submission's compliance with all of the following items, and submissions may be returned to authors that do not adhere to these guidelines.
  • The submission has not been previously published, nor is it before another journal for consideration (or an explanation has been provided in Comments to the Editor).
  • The submission file is in OpenOffice, Microsoft Word, or RTF document file format.
  • Where available, URLs for the references have been provided.
  • The text is single-spaced; uses a 12-point font; employs italics, rather than underlining (except with URL addresses); and all illustrations, figures, and tables are placed within the text at the appropriate points, rather than at the end.
  • The text adheres to the stylistic and bibliographic requirements outlined in the Author Guidelines.

Author Guidelines

Author Guidelines

 

Author Guidelines Jurnal Riset Informasi Kesehatan sebagai berikut:

 

  1. Pendahuluan

 

Riset Informasi Kesehatan memiliki nomor ISSN 2088-8740 (cetak) dan ISSN 2548-6462 (online) yang dipublish oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi yang diberlaku sejak 1 Juli 2011.  Sedangkan versi online jurnal berlaku sejak 11 November 2016. Jurnal Riset Informasi Kesehatan ini berisikan hasil penelitian dan artikel ilmiah dibidang kesehatan, baik kesehatan masyarakat, keperawatan maupun farmasi.

 

  1. Persyaratan Umum Penulisan Manuskrip
  1. Manuskrip ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris dengan kerapatan baris satu spasi, font Arial 11, ukuran kertas A4, format dua kolom, dan margin last costum setting (top 2.54 cm; left 2.8 cm; bottom 2,54 cm; right 2,54 cm).
  2. Panjang manuskrip ilmiah hendaknya berkisar antara 6000 – 9000 kata atau kurang lebih 10-15 halaman, termasuk gambar, grafik atau tabel (jika ada) yang menyertainya.
  3. Istilah-istilah dalam bahasa asing atau bahasa daerah dalam teks ditulis dalam huruf miring (italic).
  4. Tinjauan pustaka (literature review) tidak dicantumkan sebagai bagian dari struktur artikel. Dengan demikian pengutipan pustaka yang dianggap penting dapat dipadukan dalam bab pendahuluan (introduction) atau dalam pembahasan. Pengutipan pustaka dalam pembahasan seperlunya saja dan yang lebih diutamakan adalah pembahasan terhadap hasil analisis data yang ditemukan sendiri.
  5. Manuskrip dikirim melalui submit pada http://www.stikes-hi.ac.id/jurnal/index.php/rik setelah melalui proses registrasi (register), dan login pada website di atas. Bagi yang tidak submit melalui http://www.stikes-hi.ac.id/jurnal/index.php/rik, tidak dapat diproses oleh sistem OJS Riset Informasi Kesehatan.
  6. Naskah yang masuk akan diseleksi oleh sistem dan akan diteruskan kepada reviewer (mitra bebestari) sesuai dengan bidang artikel.
  7. Naskah yang sudah direview oleh reviewer (mitra bebestari) akan dikembalikan kepada penulis jika dibutuhkan perbaikan menurut reviewer. Setelah penulis melakukan perbaikan sesuai dengan masukan dan penilaian reviewer, kembali dikirim oleh penulis.
  8. Naskah yang sudah direvisi oleh penulis akan direview kembali oleh mitra bebestari, jika mitra bebestari merekomendasikan untuk layak diterbitkan, maka naskah akan diterbitkan secara online. Jika mitra bebestari menyatakan masih diperlukan perbaikan, maka naskah akan dikirimkan kembali ke penulis untuk direvisi lagi.
  1. Persyaratan Isi Manuskrip

 

  1. Judul

Judul adalah bagian penting dari sebuah artikel dikarenakan akan memberitahu pembaca mengenai informasi yang nantinya akan dicari dalam artikel tersebut. Judul artikel sebaiknya dibuat menarik si pembaca oleh karena itu judul harus logis, singkat tapi informtif, jelas dan berisi ide/pemikiran tentang penelitian

Judul ditulis menggunakan huruf kapital di awal kalimat dan penulisan nama ilmiah mengikuti kaidah yang berlaku. Judul sebaiknya berkisar antara dari 10 – 15 kata dan tidak lebih dari 15 kata serta menghindari penggunaan kata seperti “Sebuah Pengamatan, Analisis atau Studi”. Judul harus menginformasikan pembaca tentang subyek penelitian (penyakit, kondisi, organisme dll), Sifat penelitian (survey, pemeriksaan laboratorium, uji klinis dll), orang-orang yang menjadi subyek penelitian (dewasa, anak – anak,  pasien, masyarakat dll) dan sesuatu yang didaptakan berupa hasil (manfaat atau kegagalan). Sebaiknya menghindari penggunaan tahun dan lokasi yang terlalu panjang pada judul.

  1. Abstrak

Abstrak RIK antara 200-300 kata yang dibuat dalam satu paragraf dengan urutan serta jumlah kalimat  yang proporsional  yang terdiri dari :

  1. a) Latarbelakang terdiri dari 1 kalimat
  2. b) Tujuan penelitian terdiri dari 1 kalimat
  3. c) Metodologi terdiri dari 4-5 kalimat
  4. d) Hasil penelitian terdiri dari 5-7 kalimat, dan
  5. e) Kesimpulan terdiri dari 1 kalimat.

Di bagian abstrak, perlu dicantumkan kata kunci (key words) 3-5 kata kunci dalam tulisan jurnal ini.

  1. Pendahuluan

Pendahuluan didalam artikel jurnal ilmiah merupakan jantung, karena berisi seluruh ide dan inti pemikiran mengapa dan apa yang diharapkan dalam penelitian yang dibuat secara ringkas, jelas dan logis serta menurut sistematis yang cermat. Tujuan dalam bagian pendahuluan adalah untuk menjelaskan kepada pembaca mengapa anda melakukan penelitian. Dimana dikaji mengenai pertanyaan penelitian yang harus sangat jelas dan didasarkan pada data – data dan laporan penelitian, tinjauan kritis penulis terhadap pustaka atau literatur yang terkait dengan topik yang diteliti dan ditulis dengan menggunakan referensi yang tepat serta dijelaskan juga mengenai pengulangan penelitian yang telah dilakukan di tempat lain dengan menggunakan argumen yang kuat terhadap perbedaan penelitian yang diharapkan nantinya dan tidak perlu diuraikan  secara rinci namun perlu dikemukakan sebagai  landasan  dilakukannya penelitian ini. Hal ini akan memperlihatkan bahwa penelitian yang kita lakukan adalah kelanjutan dari beberapa penelitian sebelumya. Dalam bagian pendahuluan Anda tidak perlu membuat kajian literatur secara mendalam cukup dibuat “singkat dan sederhana” (Keep it “short and simple”) biasanya jumlah paragraf dalam pendahuluan di sebagian besar jurnal kesehatan teridiri dari 2 sampai 4 paragraf yang dikembangkan secara deduktif, diawali dengan permasalahan secara umum menuju masalah khusus yang diteliti yang dibuat tidak terlalu panjang, padat dan berisi. Pada bagian akhir pendahuluan dicantumkan tujuan penelitian diamana tujuan penelitian dibuat dalam bentuk paragraf.

  1. Metode Penelitian

Bagian metode umumnya terdiri dari beberapa bagian yang mencangkup alat, bahan dan cara kerja penelitian. Isinya tentang bahan-bahan (materials) dan cara-cara (methods). Pada bagian metode uraian harus jelas, tahap demi tahap, sistematika, detail dan tidak bertele-tele

 Pada penelitian  besar  dengan desain yang agak kompleks, biasanya bagian ini  agak  panjang mengingat banyak hal yang perlu dijelaskan khususnya bagaimana penelitian dilakukan di lapangan  termasuk berbagai metode pengukuran yang digunakan pada umumnya jumlah paragraf pada jurnal kesehatan yaitu 6 sampai 8 paragraf mengingat bagian ini memiliki beberapa sub judul atau bagian.  

Pada penelitian kecil dengan desain yang sederhana biasanya hanya beberapa paragraf saja. Umumnya, bagian ini terdiri dari beberapa bagian seperti lokasi penelitian, Populasi dan sampel, Metode pengumpulan data, dan Analisis data. Bagian-bagian lainnya bisa ditambahkan sesuai dengan keperluan.  

  1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian menjelaskan kondisi lokasi penelitian yang digunakan meliputi alasan dan kriteria pemilihan lokasi,  gambaran atau  kondisi spesifik dari lokasi ini sehubungan dengan tujuan dari penelitian yang dilakukan.  Misalnya, lokasi penelitian tersebut adalah daerah terpencil dengan jumlah keluarga miskin yang ada di dalamnya sekitar 80%. Karakteristik masyarakat secara umum perlu juga dikemukakan sehingga bisa membedakan dengan lokasi lainnya. Informasi ini diharapkan dapat membuat pembaca memahami apabila hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang sama di tempat lain. Pembaca juga bisa melihat apakah hasil penelitian yang dilakukan pada lokasi seperti ini dapat dikembangkan pada tempat yang lain.

  1. Populasi dan Sampel

Bagian ini menjelaskan tentang populasi dan sampel  yang digunakan dalam penelitian. Alasan peneliti memilih sampel tersebut yang meliputi kriteria pemilihan sampel. Metode pengambilan sampel tidak cukup hanya dengan mencantumkan, misalnya “simple random sampling” atau “systematic random sampling”.  Perlu dilengkapi dengan cara kita melakukan random tersebut, seperti menggunakan tabel random atau melalui undian.  Perlu selalu diingat dalam penulisan metode ini bahwa setiap orang yang membaca apa yang telah kita lakukan akan dapat mengulangi lagi metode tersebut persis sama dengan apa yang telah kita lakukan.  Hal ini penting agar pembaca dapat melakukan perbandingan hasil dari dua atau lebih penelitian yang sejenis karena metode yang digunakan sama. Pada penelitian kualitatif tidak menggunakan metode random.  Keterwakilan populasi pada penelitian kualitatif adalah keterwakilan informasi yang diperoleh, biasanya peneliti kualitatif akan memilih sampel (informan) sehingga seluruh informasi yang diharapkan dapat diperoleh. 

  1. Pengumpulan data

            Pada bagian ini menampilkan alat dan bahan yang digunakan serta variabel-variabel yang diukur dan metode pengukurannya. Metode pengumpulan data dipaparkan dengan jelas disertai referensi  yang digunakan.

  1. Analisis data

            Bagian ini menjelaskan cara analisis data sesuai dengan jenis penelitian. Metode  statistik yang digunakan juga menjelaskan variable pada uji tersebut.  Misalnya “Perbedaan kadar gula darah di antara kedua group akan dianalisis dengan menggunakan uji t independent”.  Prosedur analisis data untuk penelitian kualitatif juga sebaiknya dijelaskan secara rinci meliputi metode analisis data dan bagaimana analisis data tersebut diterapkan. Software aplikasi yang digunakan untuk membantu analisis data juga dicantumkan pada bagian ini.

  1. Hasil Penelitian

Pada Bagian ini menjelaskan hasil yang diperoleh dalam penelitian secara rinci. Tidak ada argumen dari peneliti pada hasil yang disajikan. Penyajian hasil penelitian dapat dilakukan dalambentuk yaitu narasi, tabel,  atau  gambar. Judul tabel diletakkan diatas tabel dan judul gambar berada di bawah gambar. Dalam penyajian hasil sebaiknya dimulai dengan narasi, kemudian diikuti dengan tabel atau gambar yang disertai dengan keterangan yang jelas. Penjelasan tabel atau gambar dalam narasi sebaiknya tidak terlalu detail atau panjang tetapi dapat menginterpretasikan hasil yang terdapat pada tabel atau gambar tersebut. Selain itu, hindari pengulangan informasi data yang sama pada tabel dan gambar sekaligus.  Bila data lebih menarik ditampilkan dalam gambar maka hindari pemunculannya dalam tabel. Penulisan tabel dalam tulisan jurnal harus dibuat secara komprehensif. Semua variabel dengan karakteristik yang sama perlu disatukan dalam satu tabel.  Demikian juga dengan gambar, variabel dengan karakteristik yang sama juga bisa dimuat dalam satu gambar. Usahakan jumlah tabel dan  gambar tidak melebihi 5 buah. Untuk memperkecil jumlah tabel, dalam satu tabel dapat dimuat beberapa variable sekaligus seperti yang disampaikan di atas.  Misalnya saja variable karakteristik responden yang terdiri dari umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, suku, dan agama dalam satu tabel.  Harus diperhatikan juga bahwa setiap tabel  atau gambar  harus dapat menjelaskan dirinya  sendiri.  Jenis satuan, jumlah sampel, apakah berhubungan (nilai p) harus bisa terlihat pada tabel tersebut. Tabel atau gambar yang dibuat untuk tulisan jurnal harus diletakkan pada bagian belakang dari munuskrip yang kita siapkan  atau setelah daftar pustaka.  Setiap satu table atau gambar dimuat dalam satu halaman dan tetap dibuat dalam 2 spasi.  Untuk  gambar, judulnya umumnya diminta ditulis dengan pinsil di bagian belakang, ini untuk menjaga agar tidak terjadi kesalahan pemuatan nantinya.

Peletakkan tabel atau gambar ke dalam teks akan menjadi tugas Redaksi Pelaksana yang nantinya akan menggambungkannya pada saat meletakkannya di dalam jurnal. Untuk artikel penelitian kualitatif hasil analisis data harus disajikan secara runtut (koheren) sehingga pembaca bisa dengan mudah memahaminya. Dari analisa tematik ataupun analisa narasi biasanya lahir sejumlah  tema yang kemudian diorganisasikan atau dikategorisasikan. Hasil pengorganisasian tema yang bisanya menjadi sub-sub judul dalam penyajian hasil penelitian. Sub-sub judul ini sangat membantu penulis untuk menyajikan hasil penelitiannya secara jernih dan memudahkan pembaca mengikutinya. 

  1. Pembahasan

Pada bagian pemabahasan, yang paling utama ditonjolkan adalah membahas hasil utama yang diperoleh dan membandingkan dengan hasil-hasil atau apa yang dipahami sebelumnya serta menafsirkan data dengan jelas, hubungan antar variable dan juga mengandung pokok – pokok  permasalahan dengan menampilkan solusi atau pemecahan masalah. Bisa saja banyak hasil yang diperoleh namun tentu hanya dipilih hasil-hasil utama saja. Pada bagian pembahasan harus menjawab pertanyaam-pertanyaan antara lain :

 

  1. Apakah arti atau makna dari hasil penelitian yang anda dapatkan? (Jika anda menulis kalimat pertanyaan pada bagian pendahuluan dan hasil penelitian anda menjawab pertanyaan tersebut disitulah poin utama yang anda kaji pada pembahasan)
  2. Apakah terdapat keterbatasan penelitian dan bagaimana keterbatasan tersebut mempengaruhi hasil penelitian anda?
  3. Bagaimana Hasil penelitan anda dibandingkan dengan penelitian lain yang sama atau terkait dengan penelitian Anda?
  4. Jika terdapat perbedaan atau hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan, apa penjelasan anda, yang kemudian dijelaskan mengenai beberapa kemungkinan yang ada?
  5. Apa implikasi penelitian anda terhadap perkembangan IPKTpenelitian selanjutnya?
  6. Apa kesimpulan penelitian anda dapat diterapkan dan apa yang harus dilakukan untuk menerapkannya?

Pembahasan dilakukan juga dengan memperlihatkan mengapa terlihat hubungan tersebut.  Berbagai keterbatasan perlu dikemukakan termasuk kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi karena desain penelitian atau karena keterbatasan di lapangan. Ini mutlak dikemukakan pada penelitian analitik di mana hasil analisis statistik tidak memperlihatkan hubungan yang bermakna  dari variabel utama yang diteliti. Ini berarti, ada faktor pengganggu yang tidak dikontrol atau ada kekurangan dalam hal jumlah sampel atau kelemahan dalam alat ukur yang digunakan.  Semua  ini harus ditelusuri dan dikemukakan dengan baik. Pada paragraph terakhir di bagian ini biasanya kita temukan kalimat yang berhubungan dengan kesimpulan dan saran.  Kalimat ini kadang dibuat tidak secara eksplisit namun memberikan informasi kepada pembaca apa kesimpulan yang ditarik oleh tim peneliti terhadap penelitian yang telah dilakukan.  Ini tentu merujuk  pada hasil dan pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya.  Saran dikemukakan juga dalam bentuk yang sangat singkat.  Biasanya semuanya dalam bentuk satu paragraf.  Namun demikian, pada beberapa jurnal imiah, Bagian ini disendirikan. Pada keadaan demikian, kita bisa memberikan kesimpulan dan saran dalam beberapa kalimat.

  1. Kesimpulan

Bagian Kesimpulan adalah bagian yang kadang ditampilkan dalam teks dan kadang pula dicantumkan secara tidak langsung pada bagian akhir dari Pembahasan. Bagian kesimpulan berisi keputusan peneliti mengenai hasil yang diperoleh dan pembahasan yang mempertimbangkan semua aspek yang terkait dengan apa yang ada dalam penelitian tersebut dan selalu merujuk dari data konkrit dari hasil penelitian.

  1. Ucapan Terima kasih

Penelitian yang besar umumnya tidak hanya melibatkan satu dua orang saja.  Dari pihak pemberi dana, administrasi, teman-teman sejawat yang memberikan andil yang cukup berarti terhadap pelaksanaan kegiatan penelitian, semuanya perlu dikemukakan dan diberi ucapan terima kasih.  Mereka yang memberi kontribusi yang cukup signifikan dapat dicantumkan sebagai  co-author  apabila memungkinkan dan mereka menyetujuinya.  Pada jurnal RIK STIKES HI jambi ucapan terima kasih hanya dicantumkan apabila penelitian tersebut didanai pihak pemberi dana dari suatu lembaga.

 

  1. Persyaratan Penulisan Referensi/Daftar Pustaka

 

Bagian ini adalah bagian yang juga penting dalam suatu publikasi. Daftar pustaka memberikan informasi kepada pembaca daftar rujukan yang digunakan peneliti dalam menulis artikel tersebut.  Bayak jurnal memiliki batas maksimum referensi yang biasanya berkisar antara 20 - 30 referensi dan tidak boleh melebihi batas maksimum. Secara umum ada dua sistem penulisan Daftar Pustaka yaitu Vancouver dan Harvard, Sistem ini beserta variasinya banyak digunakan dibidang kedokteran dan kesehatan dan telah disepakati bahwa untuk Jurnal Riset Ilmiah Kesehatan STIKES Harapan Ibu Jambi menggunakan sistem Vancouver (author-number style) yaitu menggunakan cara penomoran (pemberikan angka) yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka (sitasi). Berikut adalah gaya penulisan penggunaan Vancouver Style :

  1. Angka di dalam teks biasanya di dalam tanda kurung siku , [1], atau superscript , 1,.
  2. Daftar Referensi dalam urutan numerik (nomor) dan bukan abjad.
  3. Semua nama penulis dicantumkan dengan tanda baca yang minim yaitu tidak ada tanda koma setelah nama asli, tidak menggunakan kata “dan”. kemudian diakhiri tanda titik ketika selesai menuliskan semua nama penulis.
  4. Setiap selesai menuliskan nama, judul, jurnal, lembaga dll harus diikuti dengan tanda titik.
  5. Apabila literatur atau pustaka yang dikutip bersumber dari jurnal maka nama jurnal ditulis dengan cetak miring (italic) tanpa diikuti dengan tanda titik dan diberi spasi
  6. Tahun publikasi literatur/jurnal ditulis dengan tanda baca semi-colon ( ; )
  7. Nomor Volume Jurnal ditulis dengan cetak tebal dan diikuti dengan tanda baca colon ( : )
  8. Penulisan halaman jurnal dituilskan jumlah total halaman pada jurnal dan halaman yang dikutip yang diberi dengan tanda penghubung ( - )

Contoh penulisan referensi yang dikutip dari jurnal :

  1. Prabowo GJ, Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress syndrome due to avian virus. N Ind J Med 2005; 37:435-9.
  2. Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontics. J Endod 1994; 20: 355-6.
  3. Wright EP, Mason PR, Vu TT. Recent changes in the epidemiology of leprosy in developing countries. International Journal of Mycobacterial Epidemiology 2000; 12:129-46
  4. Mason PR, Wright EP. Writing scientific articles. Journal of Medical Educational Technology 1999; 23:125-7

Untuk penulisan referensi yang dikutip dari buku bebrapa jurnal memiliki gaya tersendiri namun pada umumnya memiliki gaya penulisan yang hampir sama yaitu terdiri dari :

  1. Nama penulis dan editor buku
  2. Judul buku
  3. Nama penerbit dan tempat/kota dimana buku tersebut diterbitkan, dan
  4. Tahun buku tersebut di publikasi

Contoh penulisan referensi yang dikutip dari buku :

Annan FJ, Gwanzura L. Parasitology in Africa. Harare. NUST University Press; 1993

Jika referensi adalah bab/chapter tertentu dalam buku, atau abstrak
yang dipublikasikan pada sebuah konferensi/seminar, referensi harus mencakup:

  1. Nama penulis pada bab/chapter dari buku atau artikel
  2. Judul dari bab/chapter dari buku atau artikel
  3. Diikiuti preposisi “in……” atau pada dalam bahasa Indonesia dengan informasi yang sama yang dikutip dari buku tersebut.

Contoh penulisan referensi yang dikutip dari bab/chapter dari buku atau artikel :

Wright EP, Gwanzura L, Mason PR. The impact of bacterial vaginosis on HIV transmission from men to women. In Latif AS (Editor), HIV Infection in Africa. Harare, Pelham Books; 2001.

Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah tulisan :

"Uraian tentang dampak dari meluasnya flu burung telah disampaikan oleh penulis dalam publikasi yang lain [1].  Beberapa penulis lain juga telah membahas secara luas terkait dengan masalah sosial yang berkaitan dengan fenomena tersebut, terutama Lane [2,3] dan Lewis [4]. Hasil penelitian dari beberapa sumber menunjukkan bahwa penggunaan obat flu konvensional dalam kasus flu burung dapat berakibat fatal [1,4,5] bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian mendadak [3,6].  Jika Anda menggunakan program aplikasi referensi seperti Mandeley atau Endnote aplikasi tersebut akan menyesuaikan gaya penulisan kepustakaan sesuai dengan persyaratan jurnal dengan cara yang konsisten. Oleh sebab itu sebaiknya dalam penulisan kepustakaan sebaiknya menggunakan aplikasi referensi.

Ketentuan umum penulisan daftar pustaka:

  1. Sistem rujukan dan daftar pustaka wajib menggunakan program Mendeley (www.mendeley.com), End Note (www.endnote.com) ataupun Zotero (https://www.zotero.org).
  2.  Untuk artikel hasil penelitian, daftar pustaka dirujuk dari sekitar 10-15 artikel jurnal ilmiah.
  3. Kemutakhiran jurnal ilmiah yang dirujuk harus diperhatikan, sekurang-kurangnya merupakan hasil publikasi yang relevan dalam 10 tahun terakhir.
  4. Daftar pustaka disusun secara alfabet berdasarkan urutan abjad nama penulis.
  5. Ketentuan nama penulis: nama yang ditampilkan adalah nama akhir (nama keluarga) penulis diikuti dengan singkatan nama awal (dan tengah jika ada). Jika penulisnya lebih dari satu orang, maka cara penulisannya sama.
  6. Penulisan judul rujukan diawali dengan huruf kapital hanya pada awal kalimat.
  7. Setiap penulisan nama, tahun, judul artikel dan seterusnya diakhiri dengan titik (.) sebelum dilanjutkan kata berikutnya. Khusus penulisan volume (nomor) jurnal diberi tanda titik dua (:) tanpa jarak spasi. Contoh-contoh penulisan dapat dilihat pada penjelasan setiap jenis pustaka yang layak dirujuk.
  8. Rujukan yang digunakan minimal 80% sumber primer dan terbitan 5 (lima) tahun terakhir.